Kalender HijriahWaktu SetempatCategories
Trafik liveKritik saran |
Gallery |
| AYAH | 10.10 |
|
komentar (0)
Filed under:
Kasih sayang
|
|
dear all.....
about ayah...... semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada beliau.....
_*AYAH*_
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
Akan sering merasa kangen sekali dengan ibu
Lalu bagaimana dengan ayah?
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian ibu bilang : "Jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, ibu menatapmu iba.
Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, ayah melakukan itu karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ibu....
Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling *cool *sedunia.... :')
ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan ayah"
Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?
ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah.
ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.
ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena ayah tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya...
Saat ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
ayah telah menyelesaikan tugasnya....
ayah, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Tulisan ini didedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan ayah ... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)
Yes i love you so much, Ayah
| Ingatkan aku untuk selalu berusaha bersyukur di setiap keadaan | 09.37 |
|
Filed under:
umum
|
|

Ingatkan aku untuk selalu berusaha bersyukur di setiap keadaan…. Karena didalam sepahit apapun keadaan, pasti masih ada celah disana untuk ditemukan sebuah alasan untuk bersyukur.
Suatu saat ketika sedang membutuhkan banyak materi untuk sebuah keperluan dan ternyata tak kutemukan selembarpun sesuatu yang bernama rupiah terselip di sakuku, dompet, dan rekeningpun telah lama hanya berisi sederetan angka…. Tanpa isi…. Duh Gusti…. Sambil gigit jari aku berfikir kemungkinan jalan apa yang dapat aku pilih untuk menyelesaikan masalah klasik ini……
Namun bukankah aku masih dikaruniai teman (alhamdulillah, satu celah)? Yah akhirnya kupinjam juga sejumlah uang itu kepada salah satu teman baik, dan keperluan mendesak itupun terselesaikan….
Bukankah KEPERCAYAAN dari teman-temanku yang baik hati untuk meminjamiku sejumlah uang juga adalah sebuah karunia? Sebuah ni’mat dariNYA yang sangat pantas untuk aku syukuri? Alhamdulillah… wasyukrulillah…. Kutemukan satu celah untuk bersyukur meski dalam keadaan pahit
Kenapa tidak mencari “celah” itu diantara serpihan hati yang patah? Diantara bongkahan2 kegagalan, diantara butiran2 kekecewaan, diantara himpitan kesulitan hidup….. dan segudang keadaan pahit yang mungkin kita hadapi di tengah samudra kehidupan ini. Bukankah keadaan2 itu yang seringkali berusaha menggiringku menuju ke arah lubang hitam Kufur Ni’mat? Na’udzubillah…… Alloh… ingatkan hambamu ini untuk selalu bersyukur disetiap keadaan….. suka maupun duka…
| Arti Tawa Ikhlas | 09.34 |
|
Filed under:
umum
|
|

Sebagian orang mungkin berkata, tawa adalah luapan emosi sesaat karena lucu.
Pernahkah seseorang menghampiri anda dan melakukan lelucon yang tidak lucu sedangkan
anda membalasnya dengan tatapan kosong?
Dan itu sama sekali tidak membuat anda merasa bersalah.
Namun, tahukah arti dibalik semua lelucon orang2 seperti itu?
Mereka berusaha membuat lelucon agar kita tertawa, agar kita lupa pada masalah2 berat
yang kita hadapi sahari2, agar kita lupa sejenak pada perasaan sedih dan amarah
kita...
Namun apa yang kita balas, tawa secukupnya, tawa seadanya...
Pernahkah kita menghargai usaha mereka dengan tawa ikhlas walaupun lelucon mereka
tidaklah lucu?
Itu jarang kita lakukan, bahkan dengan tatapan kosong, kita mencemooh mereka dengan
kata "garing", cukup mengecewakan untuk orang2 seperti kita yang pernah melakukan hal
demikian.
Yang kita ingat dan kita pikirkan hanyalah perasaan2 negatif kita, perasaan2 seperti
marah, sedih dan masalah2 berat kita.
Mungkin kita akan dianggap gila jika tertawa tanpa alasan yang jelas setiap hari, dan
menganggap air mata dan amarah adalah hal yang wajar kita lampiaskan setiap hari...
Tidaklah mudah mendapatkan teman yang selalu ingin membuat kita tertawa dengan
leluconnya dan yang selalu ingin melihat kita bahagia, jadi, hargailah teman-teman
penuh tawa dan lelucon yang kamu miliki saat ini, karena jika kamu kehilangannya,
ketika kamu menangis, tiada orang kan mampu menghentikan air matamu, dan ketika kamu marah,
tiada orang kan mampu meredupkan amarahmu...
| BRUNO SI BERUANG CERDIK | 11.57 |
|
Filed under:
cerita anak
|
|

Bruno dan Buba adalah dua ekor beruang kecil yang lucu. Mereka hidup di sebuh gua bersama ibu beruang yang sudah tua.
Bruno dan Buba menjaga dan merawat ibunya dengan penuh kasih saying. Suatu hari, ibu beruang yang sedang sakit minta dicarikan ikan di sungai.
Bruno…Buba! Ibu ingin sekali makan ikan. Kalian mau mencarikannya khan? Kata Ibu beruang.
Iya, Bu. Apapun yang Ibu minta, kami akan mencarikan, kata Buba dan Bruno. Kemudian, mereka berangkat.
Asyiiik….kita bisa sekalian main. Kita khan sudah lama tidak ke sungai…cihuiii….Kata Bruno.
Tapi ingat Bruno! Kita tidak boleh terlalu lama. Ibu kan sedang sakit. Kasihan kalau Ibu kita tinggal terlalu lama,ujar Buba.
Ah…sebentar saja kok. Paling gak sampai sore, kata Bruno.
Mereka berjalan menyusuri sungai. Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di pinggir sungai yang berair jernih.
Bruno dan Buba masuk ke sungai. Bruno berenang ke sana ke mari sambil sesekali menyelam.
Disbanding Buba, Bruno memang lebih pandai berenang. Bruno berharap ada ikan – ikan berenang didekatnya.
Setelah bereang cukup lama, Bruno melihat ikan tidak jauh dari tempatnya.
Nah itu dia! Ada ikan besar – besar di sela – sela batu, gumam Bruno. Ia segera mengendap – ngendap mendekati bebatuan di pinggir sungai.
huup! Kena kau… teriak Bruno kegirangan.
Sekali terkam, ikan besar itu sudah ada digenggaman bruno.
Wah…besar sekali! seru Buba
Ayo, sekarang giliranmu Buba. Apa kamu bisa menangkap ikan besar seperti punyaku? tantang Bruno.
Kenapa tidak? Tunggu sebentar. Aku akan menangkapnya, kata Buba. Ketika melihat ikan berenang di dekat kakinya, Buba langsung menerkamnya.
Huh…ternyata ikan itu gesit sekali. Gerakanku kalah cepat, gerutu Buba saat terkamannya meleset.
Ia penasaran dan mencoba lagi. Saat ada gerakan di bawah ia langsung menyambar.
Auuuuww!Aduuuh! Kepiting jahat! ujar Buba sambil melepaskan kepiting di jarinya.
Ha…ha…ha….! Buba…Buba! Masa kamu gak bisa membedakan kepiting sama ikan? Bruno terpingkal – pingkal.
Enak saja! Aku khan gak tahu kalau yang bergerak di dekatku itu kepiting! sungut Buba.
Tanpa mereka sadari, tidak jauh dari tempat itu ada seekor buaya dating mendekat. Pelan – pelan, ia berenang ke arah Buba.
Awas Buba! Ada buaya! Cepat naik ke sini….!Teriak Bruno.
Hah! Bu….bu……buayaaaaaa….. jerit Buba sambil berlari ke tepi sungai.
Buaya itu mengejar Buba dengan mulut menganga lebar.
Melihat keselamatan Buba terancam, Bruno segera mengambil potongan kayu. Ia melemparkannya kea rah mulut buaya yang menganga.
Buaya tidak sempat menghindar sehingga kayu itu mengganjal mulutnya.
Ayo….Buba! Cepat lari sebelum kayu itu lepas! teriak Bruno.
Buba berhasil keluar dari sungai.
Oooh….untung kamu menolong aku, Bruno. Kalau tidak, aku pasti sudah dimangsanya, kata Buba dengan napas terengah – engah.
Ayo…kita cari tempat lain saja, jangan – jangan, teman – teman buaya itu mengejar kita, ajak Bruno.
Sambil membawa ikan hasil tangkapannya, mereka berjalan melewati pepohonan yang banyak tumbuh di tepi sungai.
Awas…..ada buaya lagi, Buba! teriak Bruno. Keduanya kaget melihat ada seekor buaya di bawah pohon yang roboh.
Buba langsung meloncat ketakutan. Sementara, Bruno sudah menyiapkan tongkat pemukul.
Hati – hati Bruno, buaya itu pasti akan menyerang kita, seru Buba mengingatkan.
Tapi buaya itu sama sekali tidak menyerang. Hanya ekornya saja yang bergerak – gerak.
tolong aku, beruang. Badanku tertindih pohon. Aku tidak bisa bergerak, kata Buaya.
Pelan – pelan Bruno mendekati. Hei….ternyata buaya ini masih kecil. Kasihan dia, ujarnya.
Sudah, biarkan saja Bruno. Tidak usah ditolong! Aku tadi hamper celaka gara – gara buaya. Jadi buat apa menolongnya, kata Buba.
kita harus menolongnya, Buba. Apa kamu tidak kasihan?
Hmmm….tapi kalau dia menyerang gimana? kata Buba.
Buaya itu khan masih kecil. Ayo…cepat ke sini. Bantu aku mengangkat pohon ini, kata Bruno.
Kemudian, ia dan Buba mengangkat pohon tersebut.
Terima kasih beruang, kalian baik sekali. Oh, ya. Kenalkan. Namaku Buya, kalian siapa?”
Aku bruno dan ini saudaraku Buba,kata Bruno.
Kalian habis mencari ikan ya? tanyanya.
ya, tapi di sana tadi ada buaya yang menyerang Buba. Jadi, kami akan mencari di tempat lain, kata Bruno.
Aduuuh….maaf ya kalau ada buaya yang menyerang kalian. Sudah ya, aku harus pulang. Ibuku pasti sudah mencariku, kata Buya lalu berjalan kea rah sungai.
Sepeninggal Buya, bruno dan Buba kembali ke sungai.
Hati – hati, jangan terlalu di tengah! Buba mengingatkan.
Tenang saja Buba. Di sini kana man! jawab Bruno.
Namun tiba – tiba, muncul dua ekor buaya mendekati keduanya. Tentu saja Bruno dan Buba ketakutan dan berusaha berenang menjauh sebisanya.
Hei…Bruno! Buba! Jangan takut. Ini aku, seru Buya.
Bruno dan Buba merasa lega saat melihat Buya. Tapi begitu melihat buaya yang ada di samping Buya, keduanya langsung gemetar.
Tenang, kawan. Ini ibuku. Ingin meminta berterima kasih kepada kalian.”
ya beruang kecil. Terima kasih sudah menyelamatkan anakku. Maaf ya, tadi sudah mengejar kalian, kata Ibu Buya.
Sekarang naiklah ke punggung ibuku. Kita cari ikan sama – sama, ajak Buya.
Bruno dan Buba naik ke punggung Ibu buya. Mula – mula, mereka takut. Tapi lama – lama, keduanya malah tertawa senang.
Mereka mendapatkan ikan besar – besar. Setelah merasa cukup, Bruno dan Buba diantar ke tepi sungai.
Makasih, ya, kata Bruno dan Buba. Merekapun segera pulang.
Sesampai di gua, mereka segera menemui Ibu Beruang.
Lihatlah, Ibu! Kami membawa ikan banyak.
Wahm banyak sekali .! seru Ibunya kaget.
Tadi kami dibantu buaya., lanjut bruno.
Lalu mereka bergantian bercerita kepda Ibunya.
Ibu Beruang tersenyum
Kalau kita berbuat baik kepada yang lain, pasti kebaikan kita akan dibalas. Mungkin oleh yang kita tolong, bisa jadi oleh yang lain. Allah tidak pernah lupa membalas kebaikan hambaNYA, kata Ibu Beruang sambil memeluk kedua anaknya.
By Sjamsu drajad dengan beberapa perubahan
| AKU TIDAK MAU NAIK ANAK UNTA | 11.12 |
|
Filed under:
cerita anak
|
|
Pada suatu hari, Ummu Aiman menemui Rasulullah Saw. Setelah mengucapkan salam, Ummu Aiman berkata, Wahai Rasululllah, tolong naikkan aku ke unta.
Rupanya Ummu Aiman sedang ada keperluan. Dia indin meminjam unta. Rasulullah tidak segera melaksanakan permintaan ibu asuhnya. Beliau berkata, Saya akan menaikkan Ibu ke punggung anak unta.
Mendengar kata kata Rasulullah, Ummu Aiman heran.
Anak unta tidak akan kuat mengangkut tubuhku, aku pun tidak tega menaikinya. Rasulullah tersenyum.
Saya tidak akan menaikkan Ibu kecuali ke punggung anak unta. Tentu saja Ummu Aiman tambah bingung. Rasulullah kemudian berkata.
Bukankah setiap yang dilahirkan oleh unta disebut anak unta, wahai Ibu?
Baru sesudah dijelaskan oleh Rasulullah Ummu Aiman dapat emmahaminya. Iapun kemudian ikut tersenyum.
Dari berbagai sumber
Setelah Rasulullah dan para sahabat menikmati hidangan besar, tibalah saatnya hidangan pencuci mulut. Pencuci mulut yang dikeluarkan yaitu kurma.
Para
Setelah itu para sahabat baru berani mengambil kurma.
Tapi ada sesuatu yang aneh. Setiap kali habis makan, Ali bin Abi Thalib selalu menggabungkan
biji kurmanya dengan biji kurma bekas Rasulullah. Kebetulan dia duduk di samping Rasulullah.
Rasulullah, kita makan baru sedikit, beliau sudah makan banyak kurma.
Semua mata sahabat tertuju pada tumpukan biji kurma di hadapan Rasulullah. Mereka semua tertawa. Rasulullah tetap tenang. Sambil tersenyum, beliau menanggapi,
Sehebat hebatnya Rasulullah, tapi dia makan kurma hanya buahnya saja, tidak sama bijinya…..
Spontan mata semua sahabat kemudian mengarah kepada Ali. Yang jadi sasaran tembak hanya bisa tersenyum sambil garuk garuk kepala.
Dari berbagai sumber
| Aku Bisa Merapikan Tempat Tidur Sendiri | 11.01 |
|
Filed under:
cerita anak
|
|

Mama sedang merapikan tempat tidur. Ali tiba – tiba langsung masuk.
Horee….tempat tidur Ali sudah rapi!” teriak Ali. Ali berguling – guling di atas tempat tidur. Tentu saja, tempat tidur tersebut langsung berantakan lagi.
Ali! tegur Mama.
Maafkan Ali ya, Ma?
Ehm..merapikan tempat tidur itu susah ya Ma?
Oh…mudah sekali, saying, kata Mama.
Mulai besok Ali merapikan tempat tidur sendiri deh, Ma.
Alhamdulillah, kata Mama senang
Esok paginya, Ali sholat subuh bersama dengan Papa dan Mamanya. Tapi ia lupa merapikan tempat tidurnya. Ih, tempat tidurnya berantakan sekali.
Mama, tempat tdur Ali masih berantakan, Ma!kata Ali.
Ali kan mau merapikan tempat tidur Ali sendiri, kata Mama
O, iya, Ali lupa, Ma!
Ali merapikan tempat tidur sambil berkomat – kamit sendiri.
Seprei harus ditarik kencang.
Satu…dua, tariiik!”
BRAAAK!
Seprei lepas.
Ali jatuh ke lantai.
Aduh….! Ali nyengir kesakitan.
oh, jadi kusut!
Sret! Sret! Ali menarik – narik seprei.
Tetapi sepreinya masih tetap belum rapi.
Aku tahu! Ujung seprei harus dimasukkan ke bawah kasur!”
Slup! Slup!
Ali memasukkan ujung seprei ke bawah kasur.
Alhamdulillah, sepreinya menjadi rapi.
Ehm…sekarang merapikan selimut! gumam Ali sendirian.
Supaya rapi, selimutnya harus diapakan ya?
O iya! Harus dilipat! seru Ali senang.
Wut! Wet! Wut!
Ali melipat selimut dengan cepat – cepat.
Yaa…kok gak rapi?
Mungkin harus pelan – pelan…..
Weeeer!
Ali membentangkan selimut lagi.
Lep! Lep!
Ali melipat selimut pelan – pelan.
Sesudah itu bantal – bantal pun dirapikan.
Tempat tidur Ali menjadi rapi sekali.
Puas deh rasanya.
Anak Mama semakin pintar, kata Mama senang.
Hadiahnya cium pipi saja, Ma.
Ali senang sekali. Dia sudah bisa merapikan tempat tidur sendiri.
Kamu bisa gak merapikan tempat tidur sendiri?
By : siswo dengan beberapa perubahan.
| Asal-usul danau Toba | 10.27 |
|
Filed under:
cerita anak
|
|
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. "Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar," gumam petani tersebut dalam hati.
Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyanggoyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar. Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. "Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku."
Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. "Bermimpikah aku?," gumam petani. "Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata," kata gadis itu. "Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu," kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk.
Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. "Dia mungkin bidadari yang turun dari langit," gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya.
Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. "Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus!" kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja. Setahun kemudian, kebahagiaan Petan dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar.
Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri. Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. "Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!" kata Petani kepada istrinya. "Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik," puji Puteri kepada suaminya. Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola.
Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu. Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras.
Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.
sumber : http://alkisah.ateonsoft.com/2009/01/cerita-anak-asal-usul-danau-toba.html
| Kisah raja dan kura-kura | 10.13 |
|
Filed under:
cerita anak
|
|
Di Benares, India, hidup seorang raja yang sangat gemar berbicara. Apabila ia sudah mulai membuka mulutnya, tak seorang pun diberi kesempatan menyela pembicaraannya. Hal ini sangat mengganggu menterinya. Sang menteri pun selalu memikirkan cara terbaik menghilangkan kebiasaan buruk rajanya itu.
Pada suatu hari raja dan menterinya pergi berjalan-jalan di halaman istana. Tiba-tiba mereka melihat seekor kura-kura tergeletak di lantai. Tempurungnya terbelah menjadi dua. "Sungguh ajaib!" kata Sang Raja dengan heran. "Bagaimana hal ini dapat terjadi?" Lalu Raja mulai dengan dugaan-dugaannya. Dia terusmenerus membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan kura-kura itu.
Sang Menteri hanya mengangguk-anggukkan kepala menunggu kesempatan berbicara. Kemudian dia merasa menemukan cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk Sang Raja. Ketika Sang Raja menarik napas untuk berbicara lagi, Sang Menteri segera menukas dan berkata, "Paduka, saya tahu kejadian sebenarnya yang dialami kura-kura naas ini!" "Benarkah? Bila begitu, lekas katakan," kata Raja penuh rasa ingin tahu. Dengan penuh keseriusan Sang Raja mendengarkan cerita menterinya. Sang Menteri pun mulai bercerita. Kura-kura itu awalnya tinggal di sebuah danau di dekat pegunungan Himalaya.
Di sana terdapat juga dua ekor angsa yang selalu mencari makan di danau tersebut. Mereka pun akhirnya bersahabat. Pada suatu hari dua ekor angsa itu menemui kura-kura yang sedang berjemur di tepi danau. "Kura-kura, kami akan segera kembali ke tempat asal kami yang terletak di gua emas di kaki Gunung Tschittakura. Daerah tempat tinggal kami adalah daerah terindah di dunia. Tidakkah engkau ingin ikut kami ke sana?" tanya Sang Angsa. "Dengan senang hati aku akan turut denganmu," sahut kura-kura riang. "Tetapi, sayangnya aku tak dapat terbang seperti kalian," lanjutnya dengan wajah mendadak sedih. "Kami akan membantumu agar dapat turut bersama kami ke sana.
Tapi selama dalam perjalanan kamu jangan berbicara karena akan membahayakan dirimu," kata angsa. "Aku akan selalu mengingat laranganmu. Bawalah aku ke tempat kalian yang indah itu," janji kura-kura. Lalu kedua angsa tersebut meminta kura-kura agar menggigit sepotong bambu. Kemudian kedua angsa tersebut menggigit ujung-ujung bambu dan mereka pun terbang ke angkasa. Ketika kedua angsa itu sudah terbang tinggi, beberapa orang di Benares melihat pemandangan unik tersebut.
Mereka pun tertawa terbahak-bahak sambil berteriak. "Coba, lihat! Sungguh lucu. Ada dua ekor angsa membawa kura-kura dengan sepotong bambu." Kura-kura yang suka sekali bicara merasa tersinggung ditertawakan. Dia pun lupa pada larangan kedua sahabatnya. Dengan penuh kemarahan dia berkata, "Apa anehnya? Apakah manusia itu sedemikian bodohnya sehingga merasa aneh melihat hal seperti ini?" Ketika kura-kura membuka mulutnya untuk berbicara, dua ekor angsa itu sedang terbang di istana.
Kura-kura pun terlepas dari bilah bambu yang digigitnya. Dia terjatuh tepat di sini dan tempurungnya terbelah dua. "Kalau saja kura-kura itu tidak suka berbicara berlebih-lebihan, tentu sekarang dia telah tiba di tempat sahabatnya," kata Sang Menteri mengakhiri ceritanya sambil memandang Sang Raja. Pada saat bersamaan Raja pun memandang menterinya. "Sebuah cerita yang menarik," sahut Sang Raja sambil tersenyum. Dia menyadari kemana arah pembicaraan menterinya. Sejak saat itu, Sang Raja mulai menghemat kata-katanya. Dia tidak lagi banyak bicara. Tentu saja Sang Menteri amat senang melihat kenyataan itu.
Sumber : http://alkisah.ateonsoft.com
| Cerita Dongeng Anak Puteri Tidur | 10.02 |
|
Filed under:
umum
|
|
Cerita dongeng anak berkisah tentang Puteri Tidur. Cerita anak dan kisah anak Puteri Tidur dapat diceritakan sebelum tidur agar anak-anak dapat menambah pengetahuan dan memberikan rasa kasih sayang kepada anak kita
Dahulu kala, ada sepasang Raja dan Ratu yang berbahagia, karena setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Ratu melahirkan seorang Puteri.
Raja dan Ratu mengundang tujuh peri untuk datang dan memberkati Puteri yang baru saja lahir itu.
Dalam acara megah yang diselenggarakan sebagai penghormatan kepada para peri itu, masing-masing peri memberikan berkat kepada sang Puteri.
Peri pertama mengatakan “Kamu akan menjadi Puteri tercantik di dunia.”Peri kedua mengatakan “Kamu akan menjadi seorang Puteri yang periang.”Peri ketiga mengatakan “Kamu akan selalu mendapatkan banyak kasih sayang.”Peri keempat mengatakan “Kamu akan dapat menari dengan sangat anggun.”Peri kelima mengatakan “Kamu akan dapat bernyanyi dengan sangat merdu.”
Peri keenam mengatakan “Kamu akan sangat pintar memainkan alat musik.”
Tiba2 datang peri tua ke tengah acara itu. Ia sangat marah karena tidak diundang. Semua orang memang sudah lama tidak pernah melihat peri tua itu, dan mengira bahwa ia sudah meninggal atau pergi dari kerajaan itu.
Peri tua yang marah itu mendekati sang Puteri dan mengutuknya “Jarimu akan tertusuk jarum pintal dan kamu akan mati!” dan kemudian peri tua itu pun menghilang.
Semua orang sangat terkejut. Ratu pun mulai menangis.
Peri ketujuh mendekati sang Puteri dan memberikan berkatnya “Aku tidak bisa membatalkan kutukan, tapi aku dapat memberikan berkatku supaya Puteri tidak akan mati karena terkena jarum pintal, melainkan hanya tertidur pulas selama seratus tahun. Setelah seratus tahun, seorang Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.”
Raja dan Ratu merasa sedikit lega mendengarnya. Mereka lalu mengeluarkan peraturan baru bahwa di kerajaan itu tidak boleh ada alat pintal satu pun. Mereka menyita dan menghancurkan semua alat pintal yang ada di kerajaan itu demi selamatan sang Puteri. Pada suatu hari disaat Puteri berusia 18 tahun, Raja dan Ratu pergi sepanjang hari.
Karena kesepian, sang Puteri berjalan-jalan menjelajahi istana dan sampai di sebuah loteng. Disana ia menjumpai seorang wanita tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal. Karena belum pernah melihat alat pintal, sang Puteri sangat tertarik dan ingin mencoba.
Wanita tua itu sebenarnya adalah peri tua jahat yang dulu mengutuknya. Saat sang Puteri mencoba alat pintal itu, ia pun dengan sengaja menusukkan jarum pintal ke tangan sang Puteri.
Sang Puteri jatuh tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena kutukan. Peri tua jahat tertawa puas dan menghilang dalam kegelapan.
Saat Raja dan Ratu kembali, mereka dan seluruh pegawai kerajaan kebingungan mencari sang Puteri. Saat mereka menemukannya, Raja tersadar bahwa kutukan peri tua jahat telah menjadi kenyataan. Sang Puteri lalu dibawa ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar mengenai peristiwa itu ke peri ketujuh yang baik hati.
Peri ketujuh yang baik hati lalu bergegas ke istana. Ia memutuskan untuk menidurkan semua orang di kerajaan itu supaya kelak saat kutukan sang Puteri berakhir mereka semua akan bangun bersama-sama.
Dalam waktu singkat pohon-pohon besar dan semak belukar yang lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan, sehingga sangat sulit bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat terlihat ujungnya saja. Karena menjadi sangat tertutup, sang Puteri dan seluruh kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.
Setelah masa seratus tahun berakhir, seorang Pangeran tampan yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan itu melihat pucuk-pucuk istana itu. Ia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan itu, antara lain tentang istana yang dianggap berhantu, para penyihir, dan cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak benar.
Karena penasaran, saat kembali dari berburu sang Pangeran mencari orang tua yang paling bijaksana dan pintar di kerajaan untuk menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu.
Orang tua yang bijaksana itu lalu bercerita bahwa menurut leluhurnya, di dalam istana di kerajaan yang misterius itu terbaring seorang Puteri yang paling cantik di dunia, yang tertidur karena terkena kutukan dari peri tua jahat. Sang Puteri akan terus tidur hingga ada seorang Pangeran yang datang untuk membangunkannya.
Pangeran tampan yang pemberani itu lalu bergegas berangkat menuju kerajaan misterius itu. Ia berniat untuk menyelamatkan sang Puteri. Sang Pangeran berjuang menembus semak belukar dan pepohonan untuk dapat mencapai kedalam wilayah kerajaan yang misterius itu.
Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, sepertinya mereka hanya tertidur sangat nyenyak. Pangeran lalu masuk ke dalam istana. Disana ia pun melihat seluruh pegawai kerajaan yang tertidur pulas.
Dongeng Puteri TidurSetelah berjalan-jalan menjelajahi istana itu, sang Pangeran berhasil menemukan sang Puteri di sebuah kamar. Sang Pangeran terpesona oleh kecantikan sang Puteri. Pangeran pun berlutut dan memegang tangan sang Puteri. Saat itulah kutukan berakhir dan sang Puteri membuka matanya. Ia menyambut sang Pangeran yang telah lama ia tunggu dengan bahagia.
Dalam waktu yang bersamaan seluruh penghuni istana dan seluruh kerajaan terbangun. Semak belukar dan pepohonan menghilang. Semua orang kembali mengerjakan urusan mereka masing-masing. Raja dan Ratu juga terbangun dan segera menyambut sang Pangeran dari kerajaan tetangga itu.
Tak lama kemudian, sang Puteri dan sang Pangeran tampan menikah. Mereka lalu hidup berbahagia selamanya.
Dongeng anak populer, “Puteri Tidur” (Sleeping Beauty), disadur dari berbagai sumber.
Sumber: www.ceritaanak.org
| Tantangan Mengajar Anak SD | 09.32 |
|
Filed under:
umum
|
|
Mengajar anak SD ternyata nggak gampang. Kata orang, mengajar anak SD itu merupakan hal yang paling mudah. Tapi ternyata itulah hal tersulit apalagi mengajar anak SD kelas 1,2, dan 3. Pada usia-usia yang seperti itu, mereka sedang berada pada fase peralihan dari fase bermain ke fase belajar. Begitupun dengan keadaan psikologis mereka. Pikiran mereka masih ingin main, main, dan main. Nah disinilah dituntut peran guru yang memang benar-benar mampu mengimbangi keadaan psikologis anak dengan kewajiban si anak untuk belajar. Sang guru dituntut untuk mampu menarik perhatian si anak sehingga si anak tertarik dengan pelajaran yang sedang diajarkan. Anak didik akan menyukai dan senang denga satu mata pelajaran diawali dengan menyukai sang guru terlebih dahulu. Guru harus memiliki sifat flexible dan kreatif serta menghindari sifat monoton supaya anak murid tidak merasa bosan. Jika kondisi tersebut terjadi, maka guru bisa mengkombinasikan pelajaran dengan permainan. Buatlah pelajaran menjadi semenarik mungkin dengan menggunakan metode-metode yang disukai oleh anak didik. Sebagai contoh, dalam mengajarkan alphabet ataupun angka, guru bisa mengajarkannya sambil bernyanyi. Biasanya anak-anak akan tertarik dan ikut bernyanyi. Selain itu, dalam mengajarkan membaca, guru bisa mengajarkannya dengan menggunakan metode mendongeng.
Selain itu, jika mood mereka sedang jelek, sang guru deh yang harus mengalah dan kemudian menuruti mood si anak atau istilah pendidikannya memasuki dunia anak yang kemudian jika anak sudah bisa berbaur dengan guru maka guru harus mampu membawa mereka kembali ke dunia semula alias belajar – mengajar. Menjadi guru SD harus extra sabar. Disinilah kesabaran diuji. Jangan mudah marah dan jangan pantang menyerah dalam mengajar mereka. Guru terutama guru SD harus menghindari atau kalau bisa membuang jauh-jauh sifat pemarah dalam mengajar.
Saya juga mengajar anak SD. Saya telah mengajar sejak dua tahun yang lalu. Murid saya namanya Balqis (nama samaran). Dia duduk di bangku kelas 2 SD. Anaknya pintar, cerdas, cantik, suka cerita. Kalau sedang belajar, dia suka bercerita tentang teman-teman kelasnya, main tebak-tebakkan, dan. Tidak masalah bagi saya selama dia menangkap apa yang sedang saya ajarkan dan dia mengerti. Selain itu, saya sering memberi selingan dengan belajar buku cerita untuk melatih dia membaca .
Dalam mengajar anak SD yang sedang berada di dalam fase peralihan dari bermain ke fase belajar, guru jangan memaksa anak untuk terus belajar secara monoton. Mereka akan merasa jenuh dan bosan yang akan menjadi titik awal dari ketidaksukaan mereka terhadap pelajaran tersebut. Sesekali masuklah ke dalam dunia mereka dan bawa mereka kembali ke dunia kita untuk menarik perhatian mereka. Bersabar dalam menghadapi mereka adalah kunci utama untuk berhasil mendidik mereka menjadi anak yang pintar. Dan tetap semangat.!!!!
© 2008 Keberhasilan adalah dari Impian
Design by Kowsi
Converted to Blogger Template by http://himmatuzulfa.blogspot.com